Bina Marga-Pertamina TandaTangani MoU Penyediaan Aspal

Update : Kamis, 09 Februari 2012 - 15:40:57 WIB
Bina Marga (Jakarta)- Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan PT. Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pengadaan aspal untuk kebutuhan pembangunan jalan nasional Indonesia. MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Dirjen Bina Marga, Djoko Murjanto dan Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, kemarin (30/01) di Jakarta.
MoU ini dibuat untuk mengatasi berbagai masalah pengadaan aspal bagi pembangunan jalan nasional diantaranya perbedaan kualitas aspal yang diterima, pengiriman yang lambat, dan kelangkaan aspal. Selain itu, menurut Djoko Murjanto, MoU ini perlu untuk menjamin ketersediaan aspal untuk pembangunan jalan nasional yang sejak tahun ini teknis pelaksanaannya akan mengalami perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah masa pemeliharaan oleh kontraktor semula hanya 6 bulan hingga 1 tahun kini menjadi 2 tahun.
“Maka dari itu saya berharap kontraktor dapat bekerja sebaik-baiknya, karena mereka juga lah yang membeli aspal. Jadi harusnya mereka akan membeli aspal yang paling baik agar bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Karen Agustiawan mengatakan, penandatanganan MoU ini sudah sering ditanyakan dalam rapat lintas sektoral bersama Wakil Presiden Boediono. Pasalnya sejak tahun 2012 Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan pembangunan jalan tol baru di beberapa lokasi dan ini membutuhkan pasokan aspal yang sama banyaknya pula.
Dirinya pun berjanji bahwa PT. Pertamina akan berusaha sebaiknya untuk menjaga costumer satisfaction  Ditjen Bina Marga yang setiap tahun menghabiskan 40% anggarannya untuk pembelian aspal. Dirut Pertamina mengatakan bahwa pihaknya akan menjamin tidak ada pengurangan kualitas aspal oleh supplier ketika sampai di lokasi kegiatan.
MoU yang berlaku selama 10 tahun ini sendiri melingkupi beberapa hal, yaitu Penyediaan aspal guna memenuhi kebutuhan penyelenggaraan jalan nasional, Penyedian informasi terkait kebutuhan aspal oleh pihak ditjen bina marga kepada PT  Pertamina, Pemenuhan volume dan kualitas aspal sampai lokasi kegiatan oleh PT. Pertamina, Pengutamaan penggunan aspal yang disediakan PT. Pertamina untuk memenuhi kebutuhan aspal penyelanggaraan jalan nasional Indoneia, Kerjasama dalam kajian penelitan dan pengembangan untuk menentukan kualitas aspal, Standarisasi sarana pengangkutan aspal termasuk sistem pemanasan aspal yang digunakan, Pembentukan tim untuk melaksanakan memantau dan mengevaluasi kesepakatan bersama, Potensi kerja sama lainnya di bidang aspal.
Pengadaan Aspal
Seperti diberitakan sebelumnya, saat Rapat Koordinasi Wilayah Barat dan Timur Kementerian Pekerjaan Umum awal Januari silam tercatat kebutuhan sementara material aspal tahun 2012 di Pulau Kalimantan sebesar 41.300 ton, Pulau Jawa 136.750 ton (tidak termasuk jatim), dan Pulau Sumatera sebesar 273.100 ton.
Sementara menurut pola seasonal kebutuhan aspal yang dibuat Bina Marga, pada bulan Januari kebutuhan aspal bisa mencapai 40.000-45.000 ton kemudian turun ke 30.000-35.000 ton pada februari dan seterusnya naik hingga Desember dan menyentuh kisaran 50.000-55.000 ton.
Menurut data yang berhasil dihimpun Bina Marga saat penandatangan MoU kemarin, aspal Pertamina dibuat di kilang Pertamina UP IV Cilacap dengan kapasitas produksi 650.000 ton/tahun dan terdiri dari 2 grade penetrasi 60/70 dan 80/100 serta dikemas dalam bentuk Drum dan Curah (bulk). (ian/infokom/BM).
Sumber : http://www.pu.go.id/punetnew2010/subindex.asp?pid=0404


     Berita Terkait
 
advertisement

Arsip Informasi

LAUNCHING WEBSITE HPJI DKI JAKARTA
15 Agustus 2012 - 12:31:16 WIB

S t a t i s t i k


064082

Pengunjung hari ini : 7
Total pengunjung : 12924
Hits hari ini : 9
Total Hits : 64082
Pengunjung Online : 1

Quick Link